Senyawa Ajaib dalam “SpongeBob”

Spons

Spons

Spons atau hewan berpori adalah berasal dari Kingdom Animalia, Filum Porifera (Latin: porus = pori, fer = membawa), dan terbagi dalam beberapa kelas yaitu

  • Archaeocyathida,
  • Calcarea (Calcarea),
  • Hexactinellida (Hexactinellida),
  • Demospongiae (Demospongiae),
  • Sclerospongiae (Sclerospongiae).

indexspons

Hewan ini termasuk multiseluler yang paling sederhana. Habitatnya adalah di laut. Hidup secara heterotrof. Serta makanannya adalah bakteri dan plankton. Ciri-ciri morfologinya adalah :

  • tubuhnya berpori (ostium)
  • multiseluler
  • tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.
  • berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan
  • warnanya bervariasi
  • tidak berpindah tempat (sesil)

Sedangkan ciri-ciri anatominya antara lain:

  • memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askonoid, sikonoid, dan leukonoid
  • pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit

Siapa sangka bahwa biota laut ini mempunyai senyawa yang dapat menjadi penerang dalam dunia medis masa depan?. Penelitian sedang gencar-gencarnya dilakukan terhadap si “SpongeBob” ini. Dari studi literatur, diketahui bahwa senyawa yang telah berhasil diisolasi dari genus Petrosia di antaranya Petrosin-A dan –B. Potensi sitotoksik yang dimiliki oleh Petrosia sp. diharapkan dapat digunakan sebagai sumber senyawa antitumor atau antikanker baru, mengingat kanker masih merupakan penyakit penyebab kematian utama di dunia. Menurut Lindgren (1897), klasifikasi spons laut Petrosia nigricans adalah sebagai berikut:

  • Kingdom         : Animalia
  • Filum               : Porifera
  • Kelas               : Demospongia
  • Ordo                : Haplosclerida
  • Sub Ordo        : Petrosina
  • Famili              : Petrosiidae
  • Genus              : Petrosia sp.
  • Spesies            : Petrosia nigricans

 

Petrosia sp.

Petrosia sp.

Genus Petrosia sp. memiliki tubuh yang massif, tebal, kokoh, dan berbentuk pipa. Perbedaan spesiesnya dapat dilihat dari tampilan warna :

  1. Kuning hingga cokelat (Petrosia alfiani),
  2. Merah kecoklatan hingga hitam (Petrosia hoeksemai),
  3. Cokelat keemasan (Petrosia lignosa),
  4. Cokelat kehitaman (Petrosia nigricans),
  5. Cokelat keabuan hingga cokelat gelap (Petrosia plana),
  6. Kuning kehijauan hingga menjadi cokelat (Petrosia carcicata),
  7. Cokelat tua hingga hitam (Petrosia strongylata).

 

Spons Petrosia ini biasanya terdapat di perairan dangkal hingga perairan sampai kedalamannya 45 meter. Spons ini juga dapat hidup pada habitat berkarang baik karang hidup maupun mati, habitat rubble (pecahan karang), dan habitat berpasir (De Voogd, 2005). Senyawa dalam spons ini berpotensi sebagai obat anti kanker dan penyakit lain.

Petrosia sp.

Petrosia sp.

Di Indonesia, salah seorang peneliti bernama Sri Fatmawati, S.Si, M.Sc, Ph.D berusia 33 tahun akan meneliti spons laut. Selama dua tahun, ia akan melakukan penelitian soal spons laut sebagai obat di Institute of Natural Products Chemistry, National Center for Scientific Research (CNRS) di Gif-sur-Yvette, Perancis. Beliau pernah mengenyam pendidikan master dan doktoral di salah satu universitas di Jepang. Menurutnya, Isolasi senyawa dari penelitian ini bisa diaplikasikan sebagai obat malaria, infeksi, kanker, dan alzheimer. Karena ini masih proposal riset, kemungkinan untuk berkembang masih mungkin sekali.

 Sri Fatmawati, S.Si, M.Sc, Ph.D

Sri Fatmawati, S.Si, M.Sc, Ph.D

Adapun cara-cara mengidentifikasi senyawa pada spons ini adalah sebagai berikut :

1. Ekstraksi

Ekstraksi adalah penyarian zat-zat aktif dari bagian tanaman atau bahan hayati. Tujuannya yaitu untuk menarik komponen kimia yang terdapat dalam simplisia.

 

2. Fraksinasi

Setelah melakukan ekstraksi, selanjutnya adalah fraksinasi. Yaitu proses pemisahan suatu kuantitas tertentu dari campuran.Dibagi dalam beberapa jumlah fraksi komposisi perubahan menurut kelandaian. Pembagian atau pemisahan ini didasarkan pada bobot dari tiap fraksi, fraksi yang lebih berat akan berada paling dasar sedang fraksi yang lebih ringan akan berada diatas. Fraksinasi bertingkat biasanya menggunakan pelarut organik seperti eter, aseton, benzena, etanol, diklorometana, atau campuran pelarut tersebut. Asam lemak, asam resin, lilin, tanin, dan zat warna adalah bahan yang penting dan dapat diekstraksi dengan pelarut organik.

 

3. Uji Sitotoksik

Tujuan uji sitotoksik adalah mengetahui kemampuan sel untuk bertahan hidup karena adanya  senyawa toksik, dapat diartikan sebagai tidak hilangya metabolik atau proliferasi. Uji sitotoksik secara in vitro menggunakan kultur sel digunakan untuk mendeteksi adanya aktivitas antikanker dari suatu senyawa. Uji sitotoksik ini dapat dilihat dari

  • bertambahnya jumlah sel
  • naiknya jumlah protein
  • atau bertambahnya DNA yang disintesis.

Metode yang digunakan adalah plating efficiency dengan parameter pengujian

  • perbedaan konsentrasi sampel,
  • perbedaan waktu paparan
  • kerapatan sel (Fresney,1996).

Selanjutnya, hasil isolate diujikan pada sel myeloma yang merupakan sel kanker limfosit B yang berasal dari tikus (Mus musculus). Sel ini memproduksi imunoglobulin abnormal yang disebut protein monoklonal atau protein M. Produksi protein M menyebabkan tingkat protein yang tinggi di dalam darah. Sel myeloma merupakan akumulasi malafungsi atau kanker dari plasma sel. Dari hasil test terhadap sel myeloma nantinya dapat terlihat potensi anti-kanker pada sponge dan juga konsentrasinya.

REFERENSI :

http://elsanurman.blogspot.com/2013/06/potensi-spons-petrosia-sp-sebagai-bahan.html

http://m.bola.viva.co.id/news/read/421834-sri-fatmawati-dan–sponge-bob–anti-kanker

http://m.koran-sindo.com/node/313202

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s